Rabu, 05 April 2017

PELAYANAN GAWAT DARURAT YANG BAIK


Rumah sakit merupakan Institusi Pelayanan Kesehatan yang melaksanakan Pelayanan Kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan Rawat Inap, rawat jalan, dan Gawat Darurat ( UU RI, 2009).

Salah satu bagian di Rumah Sakit yang memberikan pelayanan adalah Instalasi Gawat Darurat, yang merupakan gerbang utama jalan masuknya penderita Gawat Darurat. IGD adalah suatu instalasi bagian Rumah Sakit yang melakukan tindakan berdasarkan triase terhadap pasien (Musliha, 2010).
Gawat Darurat adalah keadaan klinis pasien yang membutuhkan tindakan medis segera guna penyelamatan nyawa dan pencegahan kecacatan lebih lanjut (Menteri Kesehatan RI, 2009).
Sehingga tujuan pelayanan Gawat Darurat adalah untuk mencapai Pelayanan Kesehatan yang optimal pada pasien dengan cepat, tepat, ramah dalam penanganan tingkat kegawatdaruratan sehingga mampu mencegah resiko kecacatan dan kematian.

Pasien yang masuk ke IGD RS tentunya butuh pertolongan yang cepat dan tepat untuk itu perlu adanya standar dalam memberikan pelayanan Gawat Darurat sesuai kompetensi dan kemampuannya sehingga dapat menjamin suatu penanganan Gawat Darurat dengan response time yang cepat dan penanganan yang tepat. 
Semua itu dapat dicapai dengan meningkatkan sarana, prasarana, sumber daya manusia dan manajemen Instalasi Gawat Darurat RS sesuai standar.

Pelayanan Gawat Darurat mempunyai standar dan indikator sebagai berikut :
1. Kemampuan menangani life saving  anak dan dewasa : 100 %
2. Jam buka pelayanan gawat darurat 24 jam
3. Pemberi pelayanan gawat darurat yang bersertifikat yang masih berlaku BLS/PPGD/GELS/ALS :       100 %
4. Ketersediaan tim penanggulangan bencana : 1 tim
5. Waktu tanggap pelayanan Dokter di Gawat Darurat  adalah kurang dari lima menit setelah pasien       datang
6. Kepuasan pelanggan lebih dari 70 %
7. Kematian pasien  kurang dari 24 jam adalah kurang dari dua perseribu ( pindah ke pelayanan               Rawat  Inap setelah 8 jam )
8. Tidak adanya pasien yang diharuskan membayar uang muka : 100 %
9. Khusus untuk RS Jiwa pasien dapat ditenangkan dalam waktu kurang dari 48 jam


Daftar Pustaka :
1.  UU Republik Indonesia Nomor 44, 2009. ( 2009 ).Rumah Sakit.Jakarta
2.  Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2009). Standar Instalasi Gawat Darurat              (IGD) Rumah Sakit. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
3.  Musliha. (2010). Keperawatan Gawat Darurat. Nuha Medika : Yogyakarta.
4.  Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129, 2008. (2008). Standar Pelayanan Minimal            Rumah Sakit. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar